03/01/2026
Suasana perayaan Imlek di Medan usai Tarawih dengan ribuan warga menyaksikan barongsai dan lampion merah menghiasi area kota
Ribuan warga Medan merayakan Imlek usai Tarawih, wujud nyata toleransi dan keberagaman yang memperkuat persatuan kota.

Suasana Kota Medan berubah jadi lautan antusiasme setelah salat Tarawih selesai. Ribuan warga langsung memadati pusat keramaian untuk ikut merayakan Imlek dengan penuh semangat. Lampion merah bergantungan, pertunjukan barongsai tampil enerjik, dan warga dari berbagai latar belakang larut dalam momen yang hangat dan penuh kebersamaan.

Perayaan ini bukan sekadar acara tahunan biasa. Imlek di Medan menjadi simbol kuatnya toleransi dan harmoni antarumat beragama. Meski berlangsung di bulan Ramadan, semangat saling menghormati justru terasa semakin nyata. Warga yang baru selesai beribadah tetap antusias menyaksikan rangkaian perayaan, menunjukkan bahwa keberagaman di Medan bukan hanya slogan, tapi benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Rico Waas yang turut hadir dalam kemeriahan tersebut menegaskan bahwa kekuatan Medan ada pada kemajemukan warganya. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan aset berharga yang membuat kota ini semakin solid dan dinamis.

“Medan kuat karena warganya beragam,” ungkap Rico Waas. Ia juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga agar kota tetap damai dan berkembang.

Momen Tarawih dan perayaan Imlek yang berlangsung hampir bersamaan menjadi bukti nyata bahwa toleransi di Medan berjalan dengan baik. Tidak ada sekat, tidak ada gesekan. Yang terlihat justru senyum, tawa, dan rasa saling menghargai.

Perayaan Imlek di Medan tahun ini menjadi gambaran jelas bahwa kota ini tumbuh di atas fondasi kebhinekaan. Ketika perbedaan dirayakan bersama, tercipta energi positif yang memperkuat persatuan.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi yang terus terjaga, Medan menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya identitas, tetapi juga kekuatan utama dalam membangun masa depan kota yang lebih harmonis dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *