Medan, 13 Feb
Kemacetan terlihat di hampir seluruh kawasan jalan Kota Medan. Arus kendaraan merayap sejak pagi hari, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi penghubung antar kecamatan. Volume kendaraan yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia, sehingga antrean panjang tak terhindarkan.

Beberapa titik padat terpantau di kawasan pusat kota hingga akses menuju perkantoran dan pusat perbelanjaan. Pada jam sibuk, pengendara harus meluangkan waktu lebih lama dari biasanya hanya untuk menempuh jarak beberapa kilometer. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas keluar-masuk kendaraan di area pasar tradisional, parkir liar di badan jalan, serta proyek perbaikan infrastruktur yang belum rampung.
Selain itu, pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang signifikan setiap tahunnya menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepadatan lalu lintas. Minimnya penggunaan transportasi umum yang efisien dan terintegrasi juga turut menyumbang kemacetan berkepanjangan.
Pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya, mulai dari rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu tambahan, hingga penertiban parkir sembarangan. Namun, tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, kemacetan akan terus menjadi persoalan klasik di Kota Medan.
Diperlukan solusi jangka panjang yang komprehensif, seperti pengembangan transportasi massal, pelebaran jalan di titik-titik krusial, serta penegakan hukum yang konsisten. Dengan langkah terintegrasi, diharapkan mobilitas warga dapat kembali lancar dan produktivitas kota tetap terjaga.