Medan – Warga Belawan mulai resah. Di kawasan samping Gabion, berdiri sebuah gudang yang diduga digunakan untuk menyimpan bahan bakar minyak (BBM) tanpa izin yang jelas. Aktivitas di lokasi itu terpantau cukup padat, dengan truk tangki keluar masuk hampir setiap hari.
Suasana di sekitar gudang pun jarang benar-benar sepi. Suara mesin kendaraan berat, proses bongkar muat hingga malam hari, serta lalu lintas yang makin padat membuat warga merasa tidak nyaman. Mereka khawatir, bukan hanya soal kebisingan, tetapi juga soal keselamatan.
BBM termasuk bahan yang mudah terbakar dan berisiko tinggi. Jika terjadi kesalahan kecil saja—seperti korsleting listrik atau kelalaian prosedur—dampaknya bisa serius. Apalagi lokasi gudang berada dekat dengan permukiman warga.
Legalitas Dipertanyakan
Belawan memang dikenal sebagai kawasan strategis karena dekat pelabuhan dan pusat distribusi barang. Banyak gudang dan aktivitas logistik di area ini. Namun, setiap usaha tetap wajib memiliki izin resmi dan memenuhi standar keselamatan.
Warga mengaku tidak pernah melihat papan informasi terkait izin operasional gudang tersebut. Tidak ada penjelasan terbuka mengenai siapa pengelolanya, berapa kapasitas penyimpanannya, atau bagaimana sistem keamanannya.
“Yang kami tahu cuma truk tangki sering keluar masuk. Tidak pernah ada sosialisasi ke warga,” ujar salah satu warga sekitar.
Nama Aan Muncul di Tengah Isu
Di tengah pembahasan warga, muncul nama Aan yang disebut-sebut punya kaitan dengan operasional gudang itu. Namun sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah informasi tersebut.
Penting untuk diingat, penyebutan nama belum tentu berarti terbukti terlibat. Semua pihak tetap berhak memberikan klarifikasi. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang disebut maupun dari instansi terkait soal status legalitas gudang tersebut.
Risiko Lingkungan dan Keamanan
Selain soal izin, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan. Penyimpanan BBM ilegal dalam jumlah besar harus dilengkapi sistem keamanan khusus, seperti tangki standar industri, perlindungan kebakaran, dan prosedur penanganan jika terjadi kebocoran.
Belawan sebagai kawasan pesisir cukup rentan. Jika terjadi tumpahan atau kebocoran, dampaknya bisa mencemari tanah dan air, bahkan berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
Seorang pemerhati lingkungan menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara serius. “Bukan cuma izin yang dicek, tapi juga standar teknis dan sistem keamanannya,” ujarnya.
Warga Minta Pemeriksaan
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung. Jika memang tidak memiliki izin lengkap atau melanggar aturan, mereka meminta ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Di sisi lain, warga juga tidak menolak adanya usaha di wilayah mereka, selama semuanya berjalan sesuai aturan dan mengutamakan keselamatan.
Isu ini kini menunggu kejelasan. Apakah gudang tersebut legal? Apakah standar keamanannya terpenuhi? Dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab?
Yang pasti, warga Belawan ingin kepastian—bukan sekadar kabar simpang siur. Keselamatan dan transparansi tetap jadi hal utama.